Selasa, 11 Agustus 2020

lost n lonely, but ok

Orang boleh berubah, dunia boleh mengikuti mereka.
Tp aku jangan, namun biarlah perubahanku dalam Allah Bapa saja.

Minggu, 09 Agustus 2020

yang kuanggap penting ternyata adalah bukan yang terpenting

 minggu malam kurang 2 menit

selesai menonton film Once Before, film filipina

saya pernah merasakan apa yang dirasakan gabs, tidak enak, bertahun2, bahkan sampai dengan ultah saya 13 juli 2020, saya menangis mengingat dia.

saya tidak tahu menangis karna rasa bersalah, kangen, atau malah karna masih kesepian jomblo.

lucu, hal lucu yang mungkin menurut mu mungkin aneh.

gpp, setidaknya itu dapat menunjukkan gabs atau saya masih hidup.

hidup adalah rasa, mampu merasakan cinta, benci, marah, cemburu, atau bahkan kesedihan mendalam seperti yg kami rasakan.

bukan bermaksud kejam, sinis, atau naif, tapi hal ini sudah jarang terjadi di jaman sekarang ini.

gpp, kamu atau kalian menganggap ini aneh atau tidak realistis, gpp, beneran gpp. tapi kalian akan mengerti ketika kalian berani menanyakan pada diri sendiri "apakah hal mengenai rasa ini penting?"

ini penting, tapi tidak lagi penting bagiku, karna aku atau gabs sudah melaluinya. syukur kami merasakannya, itu adalah anugrah yang jarang dirasakan atau dialami semua orang saat ini, dijaman ini.

tidak ada perdebatan untuk semua ini, meski kalian memiliki pendapat tersendiri yang menurut kalian itu masuk akal dalam hal ini. gpp, kami juga.

ini penting, tapi sudah tidak lagi penting bagi kami, kami sudah pernah memilikinya, belum tentu kalian dengan segala perhitungan dan logika kalian.

ini penting, tapi sudah tidak lagi penting.


Kamis, 31 Desember 2015

Lima Pokok Calvinisme - Edwin H. Palmer

Calvinisme bukan hanya dibagi menjadi lima pokok dan calvin bukan pencipta lima pokok ini, calvinisme memiliki ribuan pokok, calvinisme adalah seluas Kitab Suci sendiri.
Kebenaran-kebenaran tentang anugerah Allah yang berdaulat lah yang dibahas dalam buku ini, dimana cara yang mudah untuk mengingat kebenaran-kebenaran tersebut adalah dengan mengingat akronim T-U-L-I-P.


Berikut rangkuman laporan baca kami,

(Manusia sudah mati (bukan sakit) karena jatuh dalam dosa....) Ef 2:1


TOTAL DEPRAVITY (KERUSAKAN TOTAL)

Kejahatan pada diri manusia telah mencapai luas cakupan yang maksimal atau menyeluruh atau tidak ada satupun perbuatan manusia yang baik (Rom 3:12-18).

Kebebasan manusia adalah dengan kehendaknya sendiri ia secara bebas berbuat dosa tanpa dipaksa oleh pihak lain dari luar. Manusia tidak akan pernah dapat memilih yang baik, Allah, dan Kristus karena manusia telah jatuh dalam dosa diperbudak iblis dalam keinginannya sendiri.

Manusia tidak pernah dapat melakukan kebaikan secara fundamental menyenangkan Allah, dan bahkan kecenderungan hati manusia selalu berbuat jahat, semata-mata jahat dan terus menerus jahat atau jahat sepanjang waktu, tidak dapat melakukan kebaikan, tidak dapat memahami kebaikan, tidak dapat menginginkan kebaikan (Kis 16:14, Ef 4:18, 2 Kor 3:12-18) bahkan sejak manusia masih kecil, dan inilah yang disebut Kerusakan Total. (Kejadian 6:5, Kejadian 8:21, Yeremia 17:9, Mazmur 14 & 53, Roma 3:10-18).

Kerusakan Total bukanlah berarti kerusakan mutlak, dimana Kerusakan mutlak tersebut memiliki arti telah mencapai tingkat maksimal/terjahat dalam pikiran, perkataan, ataupun perbuatan yang bisa dilakukan manusia sepanjang waktu, manusia tidak dapat berbuat lebih jahat lagi dari yang telah dia perbuat, atau bisa dikatakan menyerupai iblis.

Kerusakan Total bukanlah berarti hilangnya kebaikan relatif.

Mengapa Kerusakan Total bukan berarti atau tidak sama dengan kerusakan mutlak?
Hal ini dikarenakan;
Allah memberikan anugerah umum-Nya bahkan kepada manusia yang belum lahir kembali sehingga:
Manusia dapat mengekang kejahatan
Memampukan manusia melakukan kebaikan yang relatif
Mengekang dosa artinya bukan tidak berdosa, dan kebaikan yang relatif bukanlah kebaikan yang sejati.

Manusia yang belum lahir kembali mengalami kebutaan, kegelapan, dan kekerasan hati dan berseteru terhadap Allah. Ia tidak taat kepada hukum Allah dan ia tidak mungkin dapat melakukan kebaikan sejati serta berkenan kepada Allah (Yoh 8:43, Mat 13:14). Manusia bisa lahir baru hanya karena kasih Roh Kudus yang memperkenankan, namun meskipun telah diubahkan secara mendasar manusia masih dapat berdosa.

Perbuatan baik yang sesungguhnya dan sejati yaitu adalah perbuatan yang merupakan buah dari landasan atas iman kepada Tuhan Yesus Kristus (Mat 7:17-18), memiliki motivasi yang adalah untuk kemuliaan Allah Trinitas, dan hanya dimampukan oleh karena Roh Kudus (1 Kor 12:3, Kis 16:14).

Didalam Yoh 15:4-5, 6:65, Tuhan Yesus dengan tegas mengatakan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia (seorangpun) jika tidak didalam Dia (2 Kor 5:17, Gal 6:15, Ef 2:5, Kol 2:13).
Setiap orang sama sekali tidak dapat menjadikan diri mereka sendiri ciptaan baru di dalam Kristus.

Pengajaran tentang kerusakan total manusia menyatakan kepada kita bahwa:
Segala kemuliaan adalah bagi Allah, dan tidak ada sedikitpun peran kemuliaan bagi manusia.
Agar umat Kristen tidak terkejut dengan mentalitas dunia yang penuh kebencian, destruktif, memberontak, juga anarkis. Dan kita membutuhkan Injil dalam penyelesaian-penyelesaian masalah-masalah tersebut.
Diri kita manusia benar-benar buruk dan dalam situasi yang mengerikan jika Allah tidak menolong kita.
Keinginan kita dengan memohon agar Allah menolong kita setelah kita mengetahui keberadaan kita yang dalam dosa yang berakibatkan kerusakan total ini adalah juga sebuah keinginan yang lahir dikarenakan Allah sendiri sedang berkarya didalam diri kita untuk menghendaki dan melakukan sesuatu menurut kerelaan-Nya (Fil 2:12-13).
Alangkah baiknya Allah.


UNCONDITIONAL ELECTION (PEMILIHAN TANPA SYARAT)
(Yoh 15:16, 1 Yoh 4:19)

Beberapa istilah yang berhubungan dengan hal ini, yakni:
Penetapan sejak semula (foreordination)
Rencana Allah yang berdaulat, yang dengannya Allah menetapkan semua yang akan terjadi di seluruh alam semesta ini (Ef 1:11, Kej 45:5-8, Kis 4:27-28).

Predestinasi
Bagian dari penetapan yang menunjukkan kepada destini kekal manusia (destini Pemilihan = Sorga dan destini penolakan = neraka).

Pemilihan tanpa syarat
Pemilihan = Allah memilih sejumlah orang untuk menuju ke Sorga, dan sisanya yang lain tidak dipilih dan mereka akan menuju ke neraka.

Tanpa syarat = Allah tidak mendasarkan pilihan-Nya pada apa yang manusia pikirkan, katakan, lakukan, atau pada keberadaan manusia, sehingga Allah memutuskan untuk memilih dia. Jika pemilihan Allah didasarkan hanya oleh pada 1 (saja) perbuatan baik kita maka tidak ada satupun dari kita yang masuk Sorga, karena kita semua telah mati dalam dosa dan pelanggaran kita dan tak ada seorangpun yang berbuat baik, seorangpun tidak.
Maka bersyukurlah pada Allah atas pemilihan-Nya yang tanpa syarat.

Yoh 6:37, 39 jelas menerangkan bahwa keselamatan sepenuhnya terletak di tangan Bapa. Bapa lah yang memberikan kepada Yesus yang akan menjaga kita melalui penebusannya sehingga tak satupun dari kita yang telah ditetapkan untuk diselamatkan oleh Bapa di sorga tidak terhilang. Maka keselamatan tergantung sepenuhnya kepada Bapa yang memberikan sejumlah orang yang diselamatkan kepada Kristus.

Kis 13:48, Allah telah menentukan orang-orang, bahkan yang semula belum percaya menjadi percaya oleh Firman Tuhan karena Allah telah menetapkan mereka untuk hidup yang kekal.

2 Tes 2:13, menunjukkan kasih Allah yang kekal dan yang menentukan pilihan. Didalam Alkitab istilah dikasihi oleh tidak pernah digunakan untuk orang yang tidak percaya atau dunia. Pemilihan Allah tidak bergantung pada apapun dalam diri manusia, baik itu kekudusannya ataupun imannya (karena bahkan iman adalah pemberian dari Allah, bukan hasil usaha kita. Pemilihan Allah tanpa syarat.

Ef 1:4-5 Allah memilih kita bukan karena Allah telah melihat terlebih dahulu kita kudus atau adanya sesuatu yang berharga pada diri manusia, melainkan agar supaya kita kudus dan tidak bercacat menurut kerelaan kehendak Allah, dimana kekudusan berarti meliputi iman, karena tanpa iman tidak ada kekudusan.

Roma 8:29-30 menyatakan bahwa terdapat sebuah rantai emas keselamatan yang dimulai dengan kasih Allah yang kekal, yang menentukan pilihan, dan dilanjutkan secara tak terputus melalui penetapan, panggilan efektif, pembenaran, sampai pada pemuliaan final di sorga.

Roma 9:6-26 dalam ayat yang ke-13 Allah memilih yakub bukan karena Allah telah melihat sebelumnya bahwa yakub akan tumbuh sebagai orang yang baik atau bahwa yakub akan percaya kepada-Nya. Dasar pemilihan ini bukan terletak pada manusianya, tetapi kepada Dia yang memanggil yaitu Allah.

Apakah Allah tidak adil bila Allah mengasihi seseorang dan membenci yang lain, bahkan sebelum keduanya lahir? Jawabannya adalah Roma 9:14, Allah tidak pernah tidak adil walau hanya sekejap. Keadilan sejati hanya ada pada Dia (Roma 9:15)

Keselamatan tidak tergantung pada manusia yang menghendaki, atau menginginkan, atau mengambil keputusan; juga tidak tergantung pada manusia berusaha. Keselamatan bergantung sepenuhnya kepada Allah yang bermurah hati (Roma 9:16). Kristus bukan hanya mati bagi dosa-dosa kita umat pilihannya, tetapi juga bahwa Allah mengaruniakan iman kepadanya untuk percaya kepada Kristus, karena Allah akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus (Filipi 1:6).


LIMITED ATONEMENT (PENEBUSAN TERBATAS)
Yoh. 10:15, Ef. 5:25

Objek Kasih Allah adalah khusus, tertentu, dan terbatas. Terbatas bukan berarti terbatas dalam kemampuan untuk menyelamatkan, melainkan dalam cakupannya Kristus mati hanya bagi orang-orang yang percaya kepadanya (penebusan terbatas) yaitu kaum pilihan yang akan masuk ke sorga, yang diberikan oleh Bapa kepada-Nya saja (Yoh 6:37-40), untuk tujuan inilah Yesus turun dari Sorga.

Orang-orang yang percaya kepadanya disebut juga umat-Nya (Mat. 1:21), domba-domba-Nya (Yoh. 10:15, bdk. 10:26), sahabat-sahabat-Nya (Yoh. 15:13), jemaat-Nya/gereja-Nya (Kis. 20:28), mempelai wanita-Nya (Ef. 5:25).

Pemilihan Allah Bapa
Allah tidak mengasihi semua orang dengan kasih yang sama. (Amos 3:2, Rm. 8:29, Rm. 9:13, Rm. 1:7, Kol. 3:12, 1Tes. 1:4; 2Tes. 2:13)

Karena pemilihan itu khusus maka penebusan juga khusus. Karena pemilihan itu tertentu maka penebusan juga tertentu. Karena pemilihan itu terbatas maka penebusan juga terbatas.

Kristus mati hanya bagi anak-anak Allah, orang-orang yang dikasihi Allah dengan kasih yang khusus (1Yoh. 4:10, jelas mengajarkan hubungan yang terpisahkan antara kasih Allah dan penebusan Kristus, baca Rm. 5:8, Rm. 1:7, Rm. 5:1., bdk. Rm. 8:32 kata semua berarti semua orang pilihan Allah, baca mulai ayat 28).

Penebusan Allah Anak
Pada Hukum Tuhan seseorang harus membayar utang dosa yang dibuat manusia, entah manusia itu sendiri yang membayarnya atau Kristus yang membayarnya bagi manusia. Melalui penentuan-Nya sejak semula, secara aktual:
Kristus Mati mempersembahkan diri-Nya sebagai korban penghapusan dosa-dosa sebagai ganti kita (Ibr. 9-10).
Ia menjadi pendamaian / kurban pengampunan dosa (propisiasi) bagi kita dengan memuaskan murka Allah yang adil (Rm. 3:25; Ibr. 2:17; 1Yoh. 2:2; 4:10).
Kristus memperdamaikan umat-Nya dengan Allah, dimana maksudnya adalah Ia melenyapkan perseteruan antara mereka dan Allah (Rm. 5:10; 2Kor. 5:20).
Kristus menebus mereka dari kutuk Hukum Taurat (Gal. 3:13).

Berdiamnya Roh Kudus didalam orang-orang percaya
Orang-orang percaya secara rohani dikuburkan bersama Kristus, maka mereka secara rohani akan dibangkitkan bersama Kristus melalui penyertaan Allah Roh Kudus, yang kita kenal dengan dilahirkan kembali.


IRRESISTIBLE GRACE (ANUGERAH YANG TIDAK DAPAT DITOLAK)

Pengertian Anugerah adalah pemberian terhadap orang yang tak layak menerima pemberian itu.
Pengertian tidak dapat ditolak adalah bila Allah telah memilih orang-orang untuk diselamatkan dan bila Ia memberikan Roh Kudus untuk mengubah mereka dari orang-orang yang penuh kebencian menjadi orang-orang yang penuh kasih, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahan-Nya.

Arti anugerah yang tidak dapat ditolak adalah Allah memberikan Roh Kudus untuk bekerja di dalam hidup seseorang yang sejak kekekalan telah dipilih Allah dan yang baginya Kristus telah mati menjadi percaya kepada Yesus agar ia secara pasti diubah dari jahat menjadi baik.

Allah tidak dapat ditolak oleh siapapun, Ia menggenapi apa yang telah direncanakan-Nya.

Manusia yang telah jatuh dalam dosa tidak memiliki kebebasan yang sebenarnya, ia hanyalah bebas berbuat dosa tanpa dipaksa oleh pihak lain dari luar. Manusia tidak pernah dapat memilih yang baik, Allah, dan Kristus, karena manusia diperbudak oleh iblis dan keinginannya sendiri yang penuh dosa.

Dalam anugerah yang tidak dapat ditolak, Allah tidak membiarkan hati orang itu tetap tidak diubahkan, lalu menariknya ke sorga, bertentangan dengan kehendak orang yang bersangkutan. Melainkan, Allah melahirbarukan orang itu, merubah naturnya dengan membenci hal-hal buruk yang dulu dilakukannya, dan secara radikal mengubah karakternya sehingga orang tersebut sungguh menyesali dosa-dosanya dan mengasihi Allah.  Kekristenan menjadi menarik baginya. Ia secara bebas dan penuh semangat mencari Allah.

Yohanes 6:37, 44
Tidak ada peran aktif manusia. Setiap orang yang telah diberikan oleh Bapa yang maha kuasa kepada Yesus akan datang kepada Yesus.

Yohanes 10:16
Roh Kudus bekerja didalam hidup domba-domba itu dan menarik mereka tanpa dapat ditolak untuk masuk ke dalam kelompok domba yang digembalakan-Nya, sehingga semuanya menjadi satu kawanan domba dengan satu gembala.

Roma 8:29-30
Orang-orang yang telah dikasihi terlebih dahulu oleh Allah, ditetapkan terlebih dahulu oleh-Nya, kemudian dipanggil-Nya supaya mereka menjadi percaya. Dan orang-orang yang dipanggil-Nya dan menjadi percaya dinyatakan sebagai orang yang benar (dibenarkan-Nya) dan orang-orang yang dibenarkan-Nya akan dipermuliakan-Nya. Ini semua hanya dapat terpenuhi bila Allah berkarya secara tidak dapat ditolak didalam hidup orang-orang yang dikasihi-Nya terlebih dahulu.

Orang yang mati secara rohani tidak mungkin dapat menolak kebangkitan yang Allah berikan. Ia pasti hidup, ia tidak dapat berbuat apa-apa mengenai hal itu. Demikian juga halnya dengan kelahiran baru. (Yoh. 3:8).

Secara rohani Allah menciptakan orang-orang menjadi ciptaan baru seturut dengan kehendak-Nya, dan tak ada yang dapat menolak-Nya. (2Kor. 5:17; Gal. 6:15; Ef. 2:10).  Juga sebagaimana kisah perjalanan paulus menuju Damsyik, Lidia dalam Kis. 16:14.

Kita patut bersyukur atas anugerah yang tidak dapat ditolak ini, karena tanpanya kita semua masih tetap mati di dalam dosa-dosa kita, tidak dilahirkan kembali, dan tidak diselamatkan.

Percayalah kepada Tuhan Yesus, maka kita akan dapat mengetahui dari seluruh pengajaran Alkitab bahwa hal itu terjadi karena Allah mengerjakan didalam kita, baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Flp. 2:13).

PERSEVERANCE OF THE SAINTS (KETEKUNAN ORANG-ORANG KUDUS)

Pemilihan Allah berarti bahwa sejak kekekalan Allah telah memilih orang-orang tertentu untuk diselamatkan.

Penjelasan paling sederhana dan singkat dari ketekunan orang-orang kudus adalah sekali diselamatkan, selamanya diselamatkan. Nasib seseorang dalam kekekalan ditetapkan satu kali untuk selamanya sehingga ia tidak harus mencemaskan nasibnya lagi. (Yoh. 6:39; 10:28-29; Ef. 1:13-14)

Istilah ketekunan orang-orang kudus menekankan bahwa orang-orang Kristen, yakni orang-orang kudus, akan bertekun dalam mempercayai Kristus sebagai Juruselamat mereka. Mereka akan merasa yakin, kemudian ragu-ragu, tetapi mereka akan terus percaya untuk selamanya. Karena itu, mereka akan tetap diselamatkan.

Ketekunan orang-orang kudus  sesungguhnya bergantung pada ketekunan Allah. Karena Allah bertekun di dalam kasih-Nya kepada Gereja, Gereja bertekun di dalam kasihnya kepada Allah. (Fil. 1:6).

Ketekunan Allah yang terus berlanjut, dimana Allah tidak hanya menciptakan seluruh alam semesta ini, tetapi Allah juga menopangnya adalah merupakan dasar dari ketekunan orang-orang kudus.

Allah memelihara dan melindungi orang-orang kudus, sehingga tidak ada yang dapat mengambil mereka dari tangan Allah, mereka tidak mungkin binasa. Kepastian ini sampai pada akhirnya kelak, ini jugalah yang disebut dengan jaminan kekal bagi orang-orang kudus kepunyaan Allah.

(Roma 8:29-30; 35, 37-39)

Iman adalah karunia pemberian Allah, orang yang sudah ditetapkan untuk diselamatkan tidak akan kehilangan imannya, hal ini dapat dipastikan karena Allah tidak pernah berubah (Mal. 3:6; Ibr. 13:8; Fil. 1:6).

Alasan yang membuat Allah mengasihi kita hanya terdapat pada diri-Nya, bukan pada diri kita.

Penebusan Kristus bagi umat-Nya adalah timbul secara langsung dari kasih Bapa kepada orang-orang pilihan-Nya. Penebusan merupakan penerapan dari kasih Bapa kepada orang-orang pilihan-Nya.

Orang percaya memiliki hidup yang kekal (Yoh. 3:16, 36; 5:24; 1Yoh. 5:13; Yoh. 11:25-26)

Roh kudus melindungi orang-orang percaya dari segala gangguan. Roh Kudus menjadi meterai jaminan bahwa orang-orang percaya tidak akan terhilang. Akan selalu ada perjuangan melawan dosa meskipun ia lemah. Perjuangan ini selalu ada karena Allah tidak mengambil Roh Kudus-Nya dari orang-orang percaya.

Orang-orang non Kristen
Untuk orang-orang yang meninggalkan imannya itu mungkin memang bukan orang Kristen (2Tim. 3:5; Rm. 9:6).
Ada orang yang kelihatan seperti malaikat terang, tetapi sebenarnya adalah hamba iblis (2Kor. 11:14; Mat. 7:22-23).